Rabu, 16 Mei 2012

tips merawat handphone touchscreen

Diposkan oleh novita ayu Syafitri di 03.44
Reaksi: 
1 komentar
Hey guys, disini ada tips paling mantab buat para pengguna Hp *touch screen* nii,
Sekarang kan udah jamannya *era keren and gaol* geto ya, jadi jangan sampai anda ketinggalan jaman sama handphone yang satu ini nii.  Ya, handphone model touchscreen identik dengan elegan dan kemewahan, nah jangan sampai Hp kita terkesan kotor dan banyak goresan-goresan yang membuat penampilan Hp kita jadi ga menarik lagi, pastinya agan pengen dong Hp touchscreen kita mulus dan tampak bersih jika dilihat,yuk kita simak tips2 dibawah ini..
Berikut tips merawat handphone touchscreen :
  • Lapisi layar dengan screen protector supaya terlindung dari goresan. Jika screen protector sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Lebih baik gunakan produk yang asli.
  • Gunakan stylus bawaan standar. Jangan menggunakan stylus yang berbahan kasar dan tajam.
  • Hindari menekan layar terlalu keras. Karena layar touch screen sangat sensitif sehingga tak perlu menekan terlalu keras. Dan, menggunakan jari lebih baik ketimbang kuku.
  • Gunakan hardcase untuk mencegah terjadinya tekanan saat dimasukkan dalam tas atau kantong pakaian.
  • Hindarkan dari medan magnet yang kuat.
NB : bisa juga nih membesihkan layar touchscreen dengan minyak kayu putih atau pembersih wajah.
        
*caranya, tuang minyak kayu putih atau pembersih wajah ke kapas bersih, lalu goreskan ke satu arah pada        layar Hp kita, dijamin langsung licin dan kinclong.
# eh asal jangan sampe kinclong nya melebihi wajah kita yaa haha
Sekian deh info dari saya.. kalo kurang puas please leave a comment ^^ 
Semoga bermanfaat buat agan-agan sekalian..  

Rabu, 02 Mei 2012

pemeriksaan sumsum tulang

Diposkan oleh novita ayu Syafitri di 06.03
Reaksi: 
0 komentar

SUMSUM TULANG

(PUNKSI,  MEMBUAT DAN MEMULAS SEDIAAN)


Untuk mendapat keterangan tentang hematopoesis yang berlangsung dalam sumsum tulang,  sejumlah kecil sumsum di ambil dengan memakai jarum khusus yang dibuat dengan maksud tersebut.
Pada orang dewasa punksi sumsum sering dilakukan pada corpus sterni setinggi sela iga ketiga. Tempat lain ialah os ileum sedikit dibawah crista iliaca atau salah satu processus spinosus vertebrae lumbalis. Pada anak kurang dari 2 tahun, punksi dapat dilakukan juga pada ujung kranial dan sebelah medial os tibia. Menurut keadaan klinik, tempat lain-lain pun dapat dipakai untuk punksi.
Bahan yang didapat pada punksi dapat dipakai untuk bermacam-macam pemeriksaan : sediaan apus dipulas wright atau dipulas terhadap hemosiderin, sediaan penampang, pemeriksaan sel  LE, untuk pemeriksaan bakteriologi, dll.
Disini hanya diterangkan beberapa pemeriksaan hematologi saja.

A.        PUNKSI SUMSUM TULANG TANPA ANTICOAGULANT
1.       Jika dianggap perlu kepada orang sakit boleh diberikan obat penenang, umpamanya diazepam.
2.       Tempat punksi harus bersih, kalau perlu cucilah dulu dengan air dan sabun.
3.       Desinfeksikanlah tempat itu dengan tct. Iodii 5% atau desinfektans lain dan kemudian dengan alkohol 70%. Biarkan kering lagi.
4.       Lakukanlan anestesi setempat memakai larutan procain, lidocain, dsb 1% atau 2% dengan juga menginfiltrasi periost.
5.       Jarum sumsum dengan mandrennya terpasang ditusukkan ke dalam kulit sampai tertumbuk tulang. Teruskanlah pemasukan jarum itu dengan mengadakan tekanan sambil menggerakkan jarum seperti membor sampai ujung jarum masuk rongga sumsum.
6.       Angkatlah mandren dan pasanglah semprit 10 atau 20 ml.
7.       Isaplah sumsum dengan cepat menarik pengisap semprit itu. Kalau diperoleh aspirat (sumsum bercampur darah dari sinus) sebanyak 0.3 ml berhentilah.
8.       Cabutlah jarum bersama semprit dan kenakanlah tekanan dengan gumpalan kassa steril pada luka, tekanlah selama beberapa menit.
9.       Tutuplah luka dengan kassa steril dan plester.

B.        PUNKSI SUMSUM TULANG MEMAMKAI ANTICOAGULANT
Semua tindakan sama seperti tertulis diatas. Perbedaannya : semprit diisi terlebih dahulu dengan sejumlah kecil anticoagulant steril dalam larutan heparin atau EDTA 10%. Jumlah bahan yang dihisap boleh ;ebih banyak, yaitu 4-5 ml. Campurlah baik-baik dalam semprit seterlah aspirat didapat supaya tidak membeku.


CATATAN :
Dari jarum sumsum dikenal beberapa bentuk, yang mana juga dipakai hendaknya pucuknya pendek, tajam, da lurus. Manden harus tepat mengisi lumen jarum itu yang diameternya 1-2 mm.
Segala tindakan pada punksi harus dilakukan dengan mengingat syarat-syarat aseptis. Berhati-hatilah melakukan punksi pada seseorang yang menderita diatesis hemoragik dengan masa perdarahan yang memanjang.
Kebanyakan penderita lebih suka diambil sumsum tulangnya dari crista iliaca atau dari vertebrata daripada dari sternum. Pada waktu mengisap sumsum tulang penderita berasa nyeri, lebih banyak diisap, lebih nyeri. Dipihak lain, menghisap lebih banyak sumsum dengan memakai anticoagulant memberi kesempatan pada pemeriksa untuk mempelajari aspirat dengan cara makroskopik, ia dapat menilai banyaknya partikel sumsum dalam aspirat dibandingkan dengan seluruh volume aspirat, ia dapat memperhatikan besarnya partikel-partikel dan ia dapat membuat sediaan dengan hanya memakai partikel saja sehingga tidak terlalu diganggu oleh adanya unsur-unsur darah tepi.

C.         MEMBUAT SEDIAA APUS SUMSUM TULANG
1.       Taruhlah setetes besar ke atas beberapa kaca objek dan miringkanlah kaca itu sehingga darah mengalir dan potongan somsum terlihat.
2.       Isaplah kelebihan darah memakai sepotong kertas saing atau dengan pipet pasteur.
3.       Buatlah sediaan apus dari potongan sumsum itu dan pulaslah dengan Wright.

CATATAN :
Jika bahan bercampur anticoagulant, keluarkanlah bahan ke dalam gelas arloji atau cawan petri, carilah potongan-potongan sumsum dan buatlah sediaan apus seperti biasa dari potongan-potongan itu. Selain dibuat sediaan apus, partikel-partikel dalam aspirat ber-anticoagulant juga dapat dipakai untuk membuat sediaan yang hampir tidak berisi unsur darah tepi. Dengan memakai  ujung jarum terlebih dulu beberapa partikel dipersatukan, kemudian kumpulan itu digeser –pindahkan tanpa tekanan diatas kaca objek memakai ujung jarum tadi sehingga pada akhirnya diperoleh sediaan yang bebas dari erytrosit-erytrosit. Sediaan yang dibuat dengan cara ini memperlihatkan penyebaran sel-sel sumsum tulang yang mendekati struktur aslinya.
Apabila hanya sedikit sekali sumsum tulang yang didapat atau sama sekali tidak kelihatan adanya potongan sumsum tulang, masukkanlah bahan itu kedalam tabung-tabung wintrobe dan pusinglah selama 7 menit pada kecepatan 2000 rpm. Oleh tindakan itu potongan-potongan sumsum akan terapung diatas seperti buffy coat dan dapat diambil dengan pipet untuk membuat sediaan apus. Tindakan memusing bahan aspirasi sumsum hanya boleh dilakukan sebagai tindakan darurat. Proses pemusingan mungkin sekali mengganggu penyebaran sel-sel berinti  dalam bahan itu, sehingga gambaran sumsum menjadi tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
 
         D.   MEMBUAT SEDIAAN SUMSUM UNTUK PENAMPANG
Baiknya selalu memasukkan sebagian dari bahan memakai atau tanpa anticoagulant yang mengandung potongan sumsum kedalam larutan formaldehida 4%. Bahan dalam formalin itu kemudian dipakai untuk membuat penampang histologik, dipulas hematoxylin-eosin. Pemeriksaan penampang sumsum tulang, struktur itu tidak mungkin diketahui dari sediaan apus.
Agar dapat dipelajari struktur sumsum bersama tulang dalam hubungan histologiknya, sebaiknya dibuat biopsi dengan trepan. Penampang yang dibuat secara itu dapat memberi keterangan mengenai anemia aplastik, fibrosis, sklerosis, dll. Dilain pihak, penampang tidak baik untuk meneliti morfologi sel satu persatu.

Selasa, 01 Mei 2012

Reference Values ​​Blood Chemistry Examination

Diposkan oleh novita ayu Syafitri di 02.15
Reaksi: 
0 komentar
TEST NORMAL VALUE* CLINICAL SIGNIFICANCE
Blood urea nitrogen (BUN) 7-18 mg/dL Increased in renal disease and dehydration; decreased in liver damage and malnutrition
Carbon dioxide (CO2) (includes bicarbonate) 23-30 mmol/L Useful to evaluate acid-base balance by measuring total carbon dioxide in the blood: Elevated in vomiting and pulmonary disease; decreased in diabetic acidosis, acute renal failure, and hyperventilation
Chloride (Cl) 98-106 mEq/L Increased in dehydration, hyperventilation, and congestive heart failure; decreased in vomiting,diarrhea, and fever
Creatinine 0.6-1.2 mg/dL Produced at a constant rate and excreted by the kidney; increased in kidney disease
Glucose Fasting: 70-110 mg/dL Random: 85-125 mg/dL Increased in diabetes and severe illness; decreased in insulin overdose or hypoglycemia
Potassium (K) 3.5-5 mEq/L Increased in renal failure, extensive cell damage, and acidosis; decreased in vomiting, diarrhea, and excess administration of diuretics or IV fluids
Sodium (Na) 101-111 mEq/L or 135-148 mEq/L (depending on test) Increased in dehydration and diabetes insipidus; decreased in overload of IV fluids, burns,diarrhea, or vomiting
Alanine aminotransferase (ALT) 10-40 U/L Used to diagnose and monitor treatment of liver disease and to monitor the effects of drugs on the liver; increased in myocardial infarction
Albumin 3.8-5.0 g/dL Albumin holds water in blood; decreased in liver disease and kidney disease
Albumin-globulin ratio (A/G ratio) Greater than 1 Low A/G ratio signifies a tendency for edema because globulin is less effective than albumin at holding water in the blood
Alkaline phosphatase (ALP) 20-70 U/L (varies by method) Enzyme of bone metabolism; increased in liver disease and metastatic bone disease
Amylase 21-160 U/L Used to diagnose and monitor treatment of acute pancreatitis and to detect inflammation of the salivary glands
Aspartate aminotransferase (AST) 0-41 U/L (varies) Enzyme present in tissues with high metabolic activity; increased in myocardial infarction and liver disease
Bilirubin, total 0.2-1.0 mg/dL Breakdown product of hemoglobin from red blood cells; increased when excessive red blood cells are being destroyed or in liver disease
Calcium (Ca) 8.8-10.0 mg/dL Increased in excess parathyroid hormone production and in cancer; decreased in alkalosis, elevated phosphate in renal failure, and excess IV fluids
Cholesterol 120-220 mg/dL desirable range Screening test used to evaluate risk of heart disease; levels of 200 mg/dL or above indicate increased risk of heart disease and warrant further investigation
Creatine phosphokinase (CPK or CK) Men: 38-174 U/L Women: 96-140 U/L Elevated enzyme level indicates myocardial infarction or damage to skeletal muscle. When elevated,specific fractions (isoenzymes) are tested for
Gamma-glutamyl transferase (GGT) Men: 6-26 U/L Women: 4-18 U/L Used to diagnose liver disease and to test for chronic alcoholism
Globulins 2.3-3.5 g/dL Proteins active in immunity; help albumin keep water in blood
Iron, serum (Fe) Men: 75-175 g/dL Women:65-165 /dL Decreased in iron deficiency and anemia; increased in hemolytic conditions
High-density lipoproteins (HDLs) Men: 30-70 mg/dL Women:30-85 mg/dL Used to evaluate the risk of heart disease
Lactic dehydrogenase(LDH or LD) 95-200 U/L (Normal ranges vary greatly) Enzyme released in many kinds of tissue damage, including myocardial infarction, pulmonary infarction, and liver disease
Lipase 4-24 U/L (varies with test) Enzyme used to diagnose pancreatitis
Low-density lipoproteins (LDLs) 80-140 mg/dL Used to evaluate the risk of heart disease
Magnesium (Mg) 1.3-2.1 mEq/L Vital in neuromuscular function; decreased levels may occur in malnutrition, alcoholism, pancreatitis, diarrhea
Phosphorus ((Page*)) (inorganic) 2.7-4.5 mg/dL Evaluated in response to calcium; main store is in bone: elevated in kidney disease; decreased in excess parathyroid hormone
Protein, total 6-8 g/dL Increased in dehydration, multiple myeloma;decreased in kidney disease, liver disease, poor nutrition, severe burns, excessive bleeding
Serum glutamic oxalacetic transaminase (SGOT) > See Aspartate aminotransferase (AST)
Serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) > See Alanine aminotransferase (ALT)
Thyroxin (T4) 5-12.5 g/dL (varies) Screening test of thyroid function; increased in hyperthyroidism; decreased in myxedema and hypothyroidism
Thyroid-stimulatinghormone (TSH) 0.5-6 mlU/L Produced by pituitary to promote thyroid gland function; elevated when thyroid gland is not functioning
Triiodothyronine (T3) 120-195 mg/dL Elevated in specific types of hyperthyroidism
Triglycerides Men: 40-160 mg/dL Women: 35-135 mg/dL An indication of ability to metabolize fats; increased triglycerides and cholesterol indicate high risk of atherosclerosis
Uric acid Men: 3.5-7.2 mg/dL Women:2.6-6.0 mg/dL Produced by breakdown of ingested purines in food and nucleic acids; elevated in kidney disease, gout, and leukemia

PX DARAH

Diposkan oleh novita ayu Syafitri di 01.44
Reaksi: 
0 komentar
 PEMERIKSAAN DARAH

Pemeriksaan Darah Lengkap merupakan pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan pada berbagai kasus demam, infeksi, inflamasi, dan anemia. Interpretasi atau analisa dari hasil pemeriksaan darah lengkap sebetulnya dilakukan oleh dokter. Namun karena seringnya pemeriksaan tersebut, tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit bagaimana membaca hasilnya.
Tujuan artikel ini bukan untuk melakukan interpretasi atau diagnosis sendiri melainkan agar kita bisa lebih memahami kondisi penyakit kita dan dapat berdiskusi dengan dokter.
Pemeriksaan darah lengkap terdiri dari :
  1. Leukosit
  2. Eritrosit
  3. Hemoglobin
  4. Hematokrit
  5. Trombosit
  6. Hitung jenis leukosit
  7. Laju endap darah
Pada kertas hasil pemeriksaan biasanya terdiri dari :
  1. Identitas lengkap
  2. Nama dokter
  3. Nama pemeriksaan
  4. Hasil
  5. Nilai rujukan atau nilai normal
  6. Satuan
  7. Keterangan
  8. Saran dari petugas laboratorium (bila ada)
Nilai rujukan pada setiap laboratorium dapat berbeda tergantung reagent dan alat yang dipergunakan. (Baca juga artikel Nilai Rujukan/Normal Laboratorium)
Untuk membacanya, anda perlu melihat satu per satu jenis pemeriksaan, membandingkan hasil pemeriksaan dengan nilai rujukan.

Leukosit dan Hitung Jenis Leukosit

Leukosit atau sel darah putih adalah komponen sel darah yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai infeksi. Apabila jumlah leukosit melebihi nilai normal disebut leukositosis. Leukositosis dapat disebabkan infeksi, inflamasi, keganasan dan lain-lain. Sedangkan apabila jumlah leukosit lebih rendah dari nilai normal disebut leukopenia. Leukopenia juga dapat disebabkan oleh infeksi, inflamasi, dan keganasan.
Baca juga artikel Leukositosis

Eritrosit 

Eritrosit atau sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam sel darah merah terdapat protein yang berfungsi mengikat oksigen, yaitu haemoglobin. Apabila jumlah eritrosit di bawah nilai normal ada kemungkinan terdapat anemia. Apabila eritrosit lebih dari normal, ada kemungkinan polisitemia. Namun untuk menentukan anemia atau polisitemia perlu melihat nilai hemoglobin.

Hemoglobin (Haemoglobin)

Hemoglobin atau sering kita kenal Hb adalah protein di dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Bila hemoglobin lebih rendah dari nilai normal maka disebut anemia. Apabila nilai hemoglobin lebih tinggi dari nilai normal maka disebut polisitemia.
Banyak kondisi yang dapat menyebabkan anemia di antaranya kekurangan/defisiensi zat besi, defisiensi asam folat, talasemia, infeksi kronik, keganasan dan lain-lain. Untuk mengetahui penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu serum iron, feritin, TIBC, gambaran darah tepi, dan elektroforesa Hb. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai indikasi.

Hematokrit

Hematokrit adalah perbandingan volume sel darah merah terhadap volume darah secara keseluruhan. Nilai hematokrit biasanya dikaitkan dengan ada tidaknya perembesan plasma pada kasus demam berdarah dengue. Pada kasus demam berdarah dengue (DBD), apabila terdapat peningkatan hematokrit berarti terdapat rembesan plasma ke luar pembuluh darah.

Trombosit

Trombosit adalah sel darah yang berperan pada proses pembekuan atau menghentikan perdarahan. Trombositopenia adalah jumlah trombosit lebih rendah dari nilai normal. Trombositopenia dapat disebabkan infeksi virus (termasuk demam dengue atau demam berdarah dengue), keganasan, ITP, perdarahan, dan lain-lain. Sedangkan trombositosis adalah peningkatan jumlah trombosit melebihi nilai normal. Trombositosis dapat disebabkan infeksi, keganasan, reaksi dari kerusakan jaringan, dan lain-lain.

Laju Endap Darah

Laju endap darah adalah kecepatan sel darah merah (eritrosit) mengendap dalam satuan mm/jam. Laju endap darah yang tinggi biasanya dikaitkan dengan adanya infeksi akut, infeksi kronik dan inflamasi.
Baca juga artikel Laju Endap Darah Tinggi
Mungkin tidak mudah bagi kita membaca hasil pemeriksaan darah. Hal tersebut bukanlah masalah. Mengetahui bahwa ada nilai yang tidak normal dan mengetahui istilah-istilahnya sudah lebih dari cukup. Interpretasi hasil pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter dan menyesuaikan korelasinya dengan kondisi klinis pasien.

Referensi
Tefferi A, dkk. How to interprete and pursue an abnormal complete blood cell count in adult. Mayo Clin Proc. July 2005;80(7):923-936

Sabtu, 28 April 2012

Giardia lamblia

Diposkan oleh novita ayu Syafitri di 19.25
Reaksi: 
0 komentar
KLASIFIKASI
Domain : Eukaryotae                                         



















Filum:   Metamonada
Ordo:  Diplomonadida      
Famili:   Hexamitidae
Genus:   Giardia
Spesies:   G. lamblia

 
Giardia lamblia
 
Parasit ini di temukan oleh Antoni Van leuwenhoek (1681), sebagai mikro organisme yang bergerak-gerak didalam tinja, dan flagellata ini pertama kali di kenal serta dibahas oleh lambl (1859), dan diberinama “intestinalis“. Stiles (1915) memberikan nama baru, Giardia lambia, untuk menghormati Prof. A. Giard dari Paris dan Dr. Lambl dari Prague.
Manusia adalah hospes alamiah Giardia lamblia, selanjutnya spesies dan morfologi yang sama ditemukan pada berbagai hewan, penyakit yang di sebabkannya disebut Giardiasis, Lamblias, dengan distribusi geografik bersifat kosmolit dan lebih sering di temukan di daerah beriklim panas dari pada di daerah beriklim dingin, dan parasit ini juga di temukan di Indonesia.

Morfologi 
Giardia lamblia mempunyai bentuk tropozoit  dan   kista, dan hidup di duodenum dan di proksimal jejenum. Makanan diambil dari isi usus, meskipun parasit ini mungkin mendapat makanan dengan mempergunakan batil isapnya dari sel-sel epitel. Sedangkan cara berkembang biaknya dengan cara pembelahan mitosis selama terbentuk kista.
Bentuk tropozoit simetris berukuran 15 - 20  x  5 - 15  mikron  dan  rata-rata 14 x 7 mikron. Mempunyai 2 inti/nukleus (Nu) dan kariosome (k) letaknya ditengah-tengah, bagian dorsal bentuknya convex (cembung), bagian  ventral bentuknya mendatar dan  terdapat 2 buah alat pengisap (AD = Adhesive Disc;sucking dise), yang berfungsi sebagai alat melekatkan diri pada dinding mukosa. Pada bagian anteriornya terdapat blefaroplas, sitoplasma terdapat bintik-bintik halus, ujung posterior terdapat parabasal body (MB;Median Bodies). Mempunyai 4 pasang flagela (Fg), yang terdiri dari : 2 pasang cros lateral flagel (bagian anterior), sepasang uncros lateral flagel (tubuh bagian lateral), sepasang uncros flagela (terletak bagian posterior). Terdapat axonema (Ax;2 axonema).
Bentuk Kista berukuran 12 x 8 µ, dengan dinding tebal sebagai alat pelindung, sitoplasma granuler. Flagelanya masuk ke dalam costa dan costa yang mengandung flagela ini  disebut sebagai bristle, dan pada bagian  tengahnya  terdapat axonema. Mempunyai nukleus antara 2 - 4 buah
  
Siklus Hidup
Giardia lamblia tidak mempunyai hospes perantara dalam kelansungan hidupnya. Bentuk kista resisten yang bertanggung jawab terhadap penularan giardiasis.  Kista dan tropozoit dapat ditemukan dalam tinja (diagnostic stages) Œ(1).  Kista mampu bertahan pada air dingin samapai beberapa bulan.  Infeksi terjadi karena termakan kista yang terkontaminasi pada air, makanan atau langsung dari tangan ke mulut (hands or fomites) (2).  Dalam usus halus, terjadi proses ekskistasi menjadi tropozoit (tiap kista menghasilkan 2 tropozoit) (3).  Tropozoit membelah diri secara longitudinal binary fission kemudian berdiam dalam lumen di bagian proximal bowel dan menjadi bebas atau menyerang mukose dengan sucking disknya (4)�.  Proses inkistasi melalui rongga usus besar.  Kista umumnya ditemukan dalam tinja non-diarrheal(5).

   
Patologi dan Gejala Klinis
Dengan melekatnya parasit pada mukosa usus dapat menyebabkan peradangan kataral yang ringan. Dan kegiatan mekanik dan toksik menggangu penyerapan Vitamin A dan lemak. Giardiasis pada binatang tidak menyebabkan lesi, tukak yang luas di usus muda bagian proksimal pernah ditemukan pada autopsi seorang penderita dengan perjalanan penyakit yang tiba-tiba hebat. Kecendrungan gejala klinis yang di sebabkan oleh Giardiasis tidak ada (asymtomatik).




Pengobatan
Karena pengobatan dengan kuinakrin aman dan efektif, semua infeksi di obati secara rutin dengan dosis sebagai berikut :  Dewasa ; 100 mg x 3/hari selama 5 hari, Anak-anak; 8 mg/kg BB/hari selama 5 hari. Untuk pencegahan di ambil tindakan yang sama seperti yang di pakai untuk Entamoeba histolytica.
CARA PENULARAN 

     Giardiasis terjadi di mana ada sanitasi yang tidak memadai atau pengobatan kekurangan air minum. Giardiasis adalah salah satu penyebab dari "diare wisatawan" yang terjadi selama perjalanan ke negara-negara berkembang, misalnya Uni Soviet, Meksiko, Asia Tenggara, dan barat Amerika Selatan. Giardiasis merupakan penyebab umum dari wabah diare pada hari-pusat perawatan karena probabilitas tinggi kontaminasi fecal-oral dari anak-anak; anak-anak, keluarga mereka, dan pekerja penitipan pusat, semua beresiko untuk infeksi. Bahkan, anak-anak tiga kali lebih mungkin mengembangkan giardiasis daripada orang dewasa. Para pendaki menjelajahi back-negara daerah yang minum tercemar dari danau air tawar juga beresiko untuk mengembangkan giardiasis. Individu yang melakukan seks anal / oral juga dapat terinfeksi.

     Gejala dan tanda-tanda giardiasis tidak mulai sekurang-kurangnya tujuh hari setelah infeksi, tetapi dapat terjadi selama tiga minggu atau lebih kemudian. Pada kebanyakan pasien penyakit ini membatasi diri dan berlangsung 2-4 minggu. Pada banyak pasien yang tidak diobati, namun, infeksi dapat berlangsung selama beberapa bulan untuk tahun dengan gejala melanjutkan. Anak-anak dengan infeksi kronis mungkin gagal untuk berkembang. Beberapa pasien pulih dari giardiasis mereka, dengan atau tanpa pengobatan, tetapi gejala berlanjut, mungkin karena sebuah kondisi yang disebut sebagai sindrom usus pascainfeksi mudah marah. penyebab gejala terus tidak jelas tetapi mungkin karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan dari usus kecil.

DIAGNOSA

Dengan menemukan trophozoit dan cyste dalam feses dapat dijadikan pedoman diagnosis.
     Tes tunggal terbaik untuk mendiagnosis giardiasis adalah antigen pengujian tinja. Untuk pengujian antigen, contoh kecil dari feses diuji untuk kehadiran protein Giardial. Tes antigen akan mengidentifikasi lebih dari 90% dari orang yang terinfeksi Giardia. Giardia juga dapat didiagnosis dengan pemeriksaan feses di bawah mikroskop untuk kista atau trophozoites, namun, dibutuhkan tiga sampel tinja untuk mendiagnosa 90% kasus. Meskipun membutuhkan tiga sampel tinja, pemeriksaan mikroskopis tinja mengidentifikasi parasit lain selain Giardia yang dapat menyebabkan penyakit diare. Oleh karena itu, pemeriksaan mikroskopis dari feses memiliki nilai luar mendiagnosis giardiasis, misalnya, dapat mendiagnosis parasit lain sebagai penyebab penyakit pasien.
     Pemeriksaan lainnya yang dapat digunakan untuk mendiagnosis giardiasis adalah pengumpulan dan pemeriksaan cairan dari duodenum atau biopsi dari usus kecil, tetapi memerlukan tes yang melibatkan biaya dan ketidaknyamanan. Tes string adalah metode yang lebih nyaman untuk mendapatkan sampel cairan duodenum. Untuk tes string, kapsul gelatin yang berisi string longgar tenunan ditelan. Salah satu ujung menjorok string dari kapsul dan ditempel di pipi luar pasien. Selama beberapa jam, kapsul gelatin larut dalam perut, dan uncoils string, dengan 12 inci terakhir ini melewati ke dalam duodenum. Dalam duodenum string menyerap sejumlah kecil cairan duodenum. String kemudian adalah belum dimanfaatkan dari pipi dan akan dihapus. Cairan duodenum dikumpulkan dinyatakan dari string dan diperiksa dibawah mikroskop. Meskipun lebih nyaman daripada beberapa tes lain, tidak jelas seberapa sensitif tes string adalah, misalnya, apakah itu mendiagnosa 60% (tidak terlalu baik) atau 90% (sangat baik) kasus giardiasis.

 

Jumat, 27 April 2012

headlinenews

Diposkan oleh novita ayu Syafitri di 06.33
Reaksi: 
0 komentar

New iPad Hadir di 9 Negara

Susetyo Dwi Prihadi - detikinet
Jumat, 27/04/2012 19:38 WIB
 
 
 
 Jakarta - Apple terus melanjutkan perjalanan distribusi new iPad ke sejumlah negara. Kini, tablet generasi ketiga tersebut hadir di 9 negara lainnya, untuk menggenapi 57 negara di seluruh dunia.

Adapun sembilan negara yang disambangi new iPad mulai Jumat (27/4/2012) adalah Kolombia, Estonia, India, Israel, Latvia, Lithuania, Montenegro, Afrika Selatan dan Thailand.

Sekali lagi, ada dua negara besar di Asia yang dilewatkan oleh tablet Apple ini, yakni China dan Indonesia. Demikian yang detikINET kutip dari The Next Web.

Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan kehadiran New iPad di China, yang merupakan basis produksi terbesar produk Apple. Pun demikian dengan Indonesia, yang dalam beberapa waktu belakangan menunjukkan penjualan produk Apple yang lumayan signifikan.

Padahal Indonesia juga mencatat penetrasi intenet mobile yang signfikan, dengan populasi 240 juta jiwa. Terlambatnya new iPad di Tanah Air membuat BlackBerry dan device lainnya bisa mencatatkan penjualan dengan baik.

Sebelumnya, pada 20 April lalu Korea Selatan dan Malaysia adalah dua negara pertama yang disambangi new iPad gelombang kedua. Selain itu ada juga nama Brunei, Kroasia, Siprus, Republik Dominika, El Salvador, Guatemala, Panama, St Maarten, Uruguay dan Venezuela.

headlinenews

Diposkan oleh novita ayu Syafitri di 06.25
Reaksi: 
0 komentar

5 Ponsel Terunik di Dunia

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 27/04/2012 13:36 WIB
 
 
  
Jakarta - Beberapa pabrikan merilis ponsel dengan wujud atau kemampuan yang unik. Sebagian punya bentuk aneh jika dibandingkan dengan wujud ponsel pada umumnya.

Ya, selain aneh bentuknya, fungsinya pun kadang mengejutkan. Dalam arti tidak sekadar untuk telepon, SMS atau memutar multimedia, namun juga kemampuan di luar kewajaran ponsel umumnya.

Berikut beberapa ponsel yang pernah diproduksi dengan wujud dan fungsi cukup unik, seperti detikINET kutip dari berbagai sumber. 
 

Pantech Mosquito

 
 
Selain berfungsi sebagai ponsel, Pantech Mosquito ini juga bisa mengusir nyamuk, sesuai dengan namanya. Ya, ia diklaim dapat memancarkan suara ultrasonik untuk menakuti para nyamuk.

Bentuknya cukup tebal dengan spesifikasi standar. Seperti layar 2,6 inch QVGA dan kamera 2 megapixel. Handset ini berjalan di jaringan CDMA.
 
 
 
 
 
 

Samsung Serene

 Samsung juga pernah merilis ponsel dengan bentuk aneh, salah satunya Samsung Serene ini. Ia didesain oleh Bang & Olufsen, sebuah perusahaan audio terkemuka.

Lihat saja, tombolnya berwujud lingkaran seperti di telepon jadul. Bentuknya persegi empat yang cukup tebal sehingga ketika dilipat, barangkali tidak ada yang mengiranya sebagai sebuah ponsel.
 
 
 
 
 
Stun Master 800.000 volt

 Ponsel jadul ini punya keunikan tersendiri pada zamannya. Yaitu dapat menghantarkan arus listrik untuk membela diri jika pengguna menghadapi bahaya.

Produsennya terinspirasi untuk membuat ponsel ini ketika banyak aksi terorisme bertebaran. Cukup menekan sebuah tombol, maka ponsel ini bisa digunakan untuk menyetrum para penjahat
 
 
 
 
 

Haier P7 Pen Phone

 Ponsel dengan bentuk pulpen ini dibuat juga oleh perusahaan asal China, Haier. Ya, bentuknya mirip bolpoin berukuran jumbo sehingga orang mungkin tidak mengiranya sebagai sebuah ponsel.

Handset ini bisa dipakai untuk menelepon dan support triband GSM. Juga ada fasilitas kamera meski mungkin tidak terlalu bagus kemampuannya.



Ponsel rokok

 Ponsel yang beredar di China ini punya fungsi tambahan, yaitu sebagai kotak rokok. Ya, ia dapat menampung sampai 7 rokok sehingga mungkin cocok bagi mereka penggemar rokok.

Memang, bentuknya sangat mirip dengan kemasan rokok. Bahkan di bodinya, tertulis pula peringatan bahaya rokok oleh Kementerian Kesehatan China. Ada-ada saja.
 
 

Rabu, 16 Mei 2012

tips merawat handphone touchscreen

Hey guys, disini ada tips paling mantab buat para pengguna Hp *touch screen* nii,
Sekarang kan udah jamannya *era keren and gaol* geto ya, jadi jangan sampai anda ketinggalan jaman sama handphone yang satu ini nii.  Ya, handphone model touchscreen identik dengan elegan dan kemewahan, nah jangan sampai Hp kita terkesan kotor dan banyak goresan-goresan yang membuat penampilan Hp kita jadi ga menarik lagi, pastinya agan pengen dong Hp touchscreen kita mulus dan tampak bersih jika dilihat,yuk kita simak tips2 dibawah ini..
Berikut tips merawat handphone touchscreen :
  • Lapisi layar dengan screen protector supaya terlindung dari goresan. Jika screen protector sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Lebih baik gunakan produk yang asli.
  • Gunakan stylus bawaan standar. Jangan menggunakan stylus yang berbahan kasar dan tajam.
  • Hindari menekan layar terlalu keras. Karena layar touch screen sangat sensitif sehingga tak perlu menekan terlalu keras. Dan, menggunakan jari lebih baik ketimbang kuku.
  • Gunakan hardcase untuk mencegah terjadinya tekanan saat dimasukkan dalam tas atau kantong pakaian.
  • Hindarkan dari medan magnet yang kuat.
NB : bisa juga nih membesihkan layar touchscreen dengan minyak kayu putih atau pembersih wajah.
        
*caranya, tuang minyak kayu putih atau pembersih wajah ke kapas bersih, lalu goreskan ke satu arah pada        layar Hp kita, dijamin langsung licin dan kinclong.
# eh asal jangan sampe kinclong nya melebihi wajah kita yaa haha
Sekian deh info dari saya.. kalo kurang puas please leave a comment ^^ 
Semoga bermanfaat buat agan-agan sekalian..  

Rabu, 02 Mei 2012

pemeriksaan sumsum tulang

SUMSUM TULANG

(PUNKSI,  MEMBUAT DAN MEMULAS SEDIAAN)


Untuk mendapat keterangan tentang hematopoesis yang berlangsung dalam sumsum tulang,  sejumlah kecil sumsum di ambil dengan memakai jarum khusus yang dibuat dengan maksud tersebut.
Pada orang dewasa punksi sumsum sering dilakukan pada corpus sterni setinggi sela iga ketiga. Tempat lain ialah os ileum sedikit dibawah crista iliaca atau salah satu processus spinosus vertebrae lumbalis. Pada anak kurang dari 2 tahun, punksi dapat dilakukan juga pada ujung kranial dan sebelah medial os tibia. Menurut keadaan klinik, tempat lain-lain pun dapat dipakai untuk punksi.
Bahan yang didapat pada punksi dapat dipakai untuk bermacam-macam pemeriksaan : sediaan apus dipulas wright atau dipulas terhadap hemosiderin, sediaan penampang, pemeriksaan sel  LE, untuk pemeriksaan bakteriologi, dll.
Disini hanya diterangkan beberapa pemeriksaan hematologi saja.

A.        PUNKSI SUMSUM TULANG TANPA ANTICOAGULANT
1.       Jika dianggap perlu kepada orang sakit boleh diberikan obat penenang, umpamanya diazepam.
2.       Tempat punksi harus bersih, kalau perlu cucilah dulu dengan air dan sabun.
3.       Desinfeksikanlah tempat itu dengan tct. Iodii 5% atau desinfektans lain dan kemudian dengan alkohol 70%. Biarkan kering lagi.
4.       Lakukanlan anestesi setempat memakai larutan procain, lidocain, dsb 1% atau 2% dengan juga menginfiltrasi periost.
5.       Jarum sumsum dengan mandrennya terpasang ditusukkan ke dalam kulit sampai tertumbuk tulang. Teruskanlah pemasukan jarum itu dengan mengadakan tekanan sambil menggerakkan jarum seperti membor sampai ujung jarum masuk rongga sumsum.
6.       Angkatlah mandren dan pasanglah semprit 10 atau 20 ml.
7.       Isaplah sumsum dengan cepat menarik pengisap semprit itu. Kalau diperoleh aspirat (sumsum bercampur darah dari sinus) sebanyak 0.3 ml berhentilah.
8.       Cabutlah jarum bersama semprit dan kenakanlah tekanan dengan gumpalan kassa steril pada luka, tekanlah selama beberapa menit.
9.       Tutuplah luka dengan kassa steril dan plester.

B.        PUNKSI SUMSUM TULANG MEMAMKAI ANTICOAGULANT
Semua tindakan sama seperti tertulis diatas. Perbedaannya : semprit diisi terlebih dahulu dengan sejumlah kecil anticoagulant steril dalam larutan heparin atau EDTA 10%. Jumlah bahan yang dihisap boleh ;ebih banyak, yaitu 4-5 ml. Campurlah baik-baik dalam semprit seterlah aspirat didapat supaya tidak membeku.


CATATAN :
Dari jarum sumsum dikenal beberapa bentuk, yang mana juga dipakai hendaknya pucuknya pendek, tajam, da lurus. Manden harus tepat mengisi lumen jarum itu yang diameternya 1-2 mm.
Segala tindakan pada punksi harus dilakukan dengan mengingat syarat-syarat aseptis. Berhati-hatilah melakukan punksi pada seseorang yang menderita diatesis hemoragik dengan masa perdarahan yang memanjang.
Kebanyakan penderita lebih suka diambil sumsum tulangnya dari crista iliaca atau dari vertebrata daripada dari sternum. Pada waktu mengisap sumsum tulang penderita berasa nyeri, lebih banyak diisap, lebih nyeri. Dipihak lain, menghisap lebih banyak sumsum dengan memakai anticoagulant memberi kesempatan pada pemeriksa untuk mempelajari aspirat dengan cara makroskopik, ia dapat menilai banyaknya partikel sumsum dalam aspirat dibandingkan dengan seluruh volume aspirat, ia dapat memperhatikan besarnya partikel-partikel dan ia dapat membuat sediaan dengan hanya memakai partikel saja sehingga tidak terlalu diganggu oleh adanya unsur-unsur darah tepi.

C.         MEMBUAT SEDIAA APUS SUMSUM TULANG
1.       Taruhlah setetes besar ke atas beberapa kaca objek dan miringkanlah kaca itu sehingga darah mengalir dan potongan somsum terlihat.
2.       Isaplah kelebihan darah memakai sepotong kertas saing atau dengan pipet pasteur.
3.       Buatlah sediaan apus dari potongan sumsum itu dan pulaslah dengan Wright.

CATATAN :
Jika bahan bercampur anticoagulant, keluarkanlah bahan ke dalam gelas arloji atau cawan petri, carilah potongan-potongan sumsum dan buatlah sediaan apus seperti biasa dari potongan-potongan itu. Selain dibuat sediaan apus, partikel-partikel dalam aspirat ber-anticoagulant juga dapat dipakai untuk membuat sediaan yang hampir tidak berisi unsur darah tepi. Dengan memakai  ujung jarum terlebih dulu beberapa partikel dipersatukan, kemudian kumpulan itu digeser –pindahkan tanpa tekanan diatas kaca objek memakai ujung jarum tadi sehingga pada akhirnya diperoleh sediaan yang bebas dari erytrosit-erytrosit. Sediaan yang dibuat dengan cara ini memperlihatkan penyebaran sel-sel sumsum tulang yang mendekati struktur aslinya.
Apabila hanya sedikit sekali sumsum tulang yang didapat atau sama sekali tidak kelihatan adanya potongan sumsum tulang, masukkanlah bahan itu kedalam tabung-tabung wintrobe dan pusinglah selama 7 menit pada kecepatan 2000 rpm. Oleh tindakan itu potongan-potongan sumsum akan terapung diatas seperti buffy coat dan dapat diambil dengan pipet untuk membuat sediaan apus. Tindakan memusing bahan aspirasi sumsum hanya boleh dilakukan sebagai tindakan darurat. Proses pemusingan mungkin sekali mengganggu penyebaran sel-sel berinti  dalam bahan itu, sehingga gambaran sumsum menjadi tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
 
         D.   MEMBUAT SEDIAAN SUMSUM UNTUK PENAMPANG
Baiknya selalu memasukkan sebagian dari bahan memakai atau tanpa anticoagulant yang mengandung potongan sumsum kedalam larutan formaldehida 4%. Bahan dalam formalin itu kemudian dipakai untuk membuat penampang histologik, dipulas hematoxylin-eosin. Pemeriksaan penampang sumsum tulang, struktur itu tidak mungkin diketahui dari sediaan apus.
Agar dapat dipelajari struktur sumsum bersama tulang dalam hubungan histologiknya, sebaiknya dibuat biopsi dengan trepan. Penampang yang dibuat secara itu dapat memberi keterangan mengenai anemia aplastik, fibrosis, sklerosis, dll. Dilain pihak, penampang tidak baik untuk meneliti morfologi sel satu persatu.

Selasa, 01 Mei 2012

Reference Values ​​Blood Chemistry Examination

TEST NORMAL VALUE* CLINICAL SIGNIFICANCE
Blood urea nitrogen (BUN) 7-18 mg/dL Increased in renal disease and dehydration; decreased in liver damage and malnutrition
Carbon dioxide (CO2) (includes bicarbonate) 23-30 mmol/L Useful to evaluate acid-base balance by measuring total carbon dioxide in the blood: Elevated in vomiting and pulmonary disease; decreased in diabetic acidosis, acute renal failure, and hyperventilation
Chloride (Cl) 98-106 mEq/L Increased in dehydration, hyperventilation, and congestive heart failure; decreased in vomiting,diarrhea, and fever
Creatinine 0.6-1.2 mg/dL Produced at a constant rate and excreted by the kidney; increased in kidney disease
Glucose Fasting: 70-110 mg/dL Random: 85-125 mg/dL Increased in diabetes and severe illness; decreased in insulin overdose or hypoglycemia
Potassium (K) 3.5-5 mEq/L Increased in renal failure, extensive cell damage, and acidosis; decreased in vomiting, diarrhea, and excess administration of diuretics or IV fluids
Sodium (Na) 101-111 mEq/L or 135-148 mEq/L (depending on test) Increased in dehydration and diabetes insipidus; decreased in overload of IV fluids, burns,diarrhea, or vomiting
Alanine aminotransferase (ALT) 10-40 U/L Used to diagnose and monitor treatment of liver disease and to monitor the effects of drugs on the liver; increased in myocardial infarction
Albumin 3.8-5.0 g/dL Albumin holds water in blood; decreased in liver disease and kidney disease
Albumin-globulin ratio (A/G ratio) Greater than 1 Low A/G ratio signifies a tendency for edema because globulin is less effective than albumin at holding water in the blood
Alkaline phosphatase (ALP) 20-70 U/L (varies by method) Enzyme of bone metabolism; increased in liver disease and metastatic bone disease
Amylase 21-160 U/L Used to diagnose and monitor treatment of acute pancreatitis and to detect inflammation of the salivary glands
Aspartate aminotransferase (AST) 0-41 U/L (varies) Enzyme present in tissues with high metabolic activity; increased in myocardial infarction and liver disease
Bilirubin, total 0.2-1.0 mg/dL Breakdown product of hemoglobin from red blood cells; increased when excessive red blood cells are being destroyed or in liver disease
Calcium (Ca) 8.8-10.0 mg/dL Increased in excess parathyroid hormone production and in cancer; decreased in alkalosis, elevated phosphate in renal failure, and excess IV fluids
Cholesterol 120-220 mg/dL desirable range Screening test used to evaluate risk of heart disease; levels of 200 mg/dL or above indicate increased risk of heart disease and warrant further investigation
Creatine phosphokinase (CPK or CK) Men: 38-174 U/L Women: 96-140 U/L Elevated enzyme level indicates myocardial infarction or damage to skeletal muscle. When elevated,specific fractions (isoenzymes) are tested for
Gamma-glutamyl transferase (GGT) Men: 6-26 U/L Women: 4-18 U/L Used to diagnose liver disease and to test for chronic alcoholism
Globulins 2.3-3.5 g/dL Proteins active in immunity; help albumin keep water in blood
Iron, serum (Fe) Men: 75-175 g/dL Women:65-165 /dL Decreased in iron deficiency and anemia; increased in hemolytic conditions
High-density lipoproteins (HDLs) Men: 30-70 mg/dL Women:30-85 mg/dL Used to evaluate the risk of heart disease
Lactic dehydrogenase(LDH or LD) 95-200 U/L (Normal ranges vary greatly) Enzyme released in many kinds of tissue damage, including myocardial infarction, pulmonary infarction, and liver disease
Lipase 4-24 U/L (varies with test) Enzyme used to diagnose pancreatitis
Low-density lipoproteins (LDLs) 80-140 mg/dL Used to evaluate the risk of heart disease
Magnesium (Mg) 1.3-2.1 mEq/L Vital in neuromuscular function; decreased levels may occur in malnutrition, alcoholism, pancreatitis, diarrhea
Phosphorus ((Page*)) (inorganic) 2.7-4.5 mg/dL Evaluated in response to calcium; main store is in bone: elevated in kidney disease; decreased in excess parathyroid hormone
Protein, total 6-8 g/dL Increased in dehydration, multiple myeloma;decreased in kidney disease, liver disease, poor nutrition, severe burns, excessive bleeding
Serum glutamic oxalacetic transaminase (SGOT) > See Aspartate aminotransferase (AST)
Serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) > See Alanine aminotransferase (ALT)
Thyroxin (T4) 5-12.5 g/dL (varies) Screening test of thyroid function; increased in hyperthyroidism; decreased in myxedema and hypothyroidism
Thyroid-stimulatinghormone (TSH) 0.5-6 mlU/L Produced by pituitary to promote thyroid gland function; elevated when thyroid gland is not functioning
Triiodothyronine (T3) 120-195 mg/dL Elevated in specific types of hyperthyroidism
Triglycerides Men: 40-160 mg/dL Women: 35-135 mg/dL An indication of ability to metabolize fats; increased triglycerides and cholesterol indicate high risk of atherosclerosis
Uric acid Men: 3.5-7.2 mg/dL Women:2.6-6.0 mg/dL Produced by breakdown of ingested purines in food and nucleic acids; elevated in kidney disease, gout, and leukemia

PX DARAH

 PEMERIKSAAN DARAH

Pemeriksaan Darah Lengkap merupakan pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan pada berbagai kasus demam, infeksi, inflamasi, dan anemia. Interpretasi atau analisa dari hasil pemeriksaan darah lengkap sebetulnya dilakukan oleh dokter. Namun karena seringnya pemeriksaan tersebut, tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit bagaimana membaca hasilnya.
Tujuan artikel ini bukan untuk melakukan interpretasi atau diagnosis sendiri melainkan agar kita bisa lebih memahami kondisi penyakit kita dan dapat berdiskusi dengan dokter.
Pemeriksaan darah lengkap terdiri dari :
  1. Leukosit
  2. Eritrosit
  3. Hemoglobin
  4. Hematokrit
  5. Trombosit
  6. Hitung jenis leukosit
  7. Laju endap darah
Pada kertas hasil pemeriksaan biasanya terdiri dari :
  1. Identitas lengkap
  2. Nama dokter
  3. Nama pemeriksaan
  4. Hasil
  5. Nilai rujukan atau nilai normal
  6. Satuan
  7. Keterangan
  8. Saran dari petugas laboratorium (bila ada)
Nilai rujukan pada setiap laboratorium dapat berbeda tergantung reagent dan alat yang dipergunakan. (Baca juga artikel Nilai Rujukan/Normal Laboratorium)
Untuk membacanya, anda perlu melihat satu per satu jenis pemeriksaan, membandingkan hasil pemeriksaan dengan nilai rujukan.

Leukosit dan Hitung Jenis Leukosit

Leukosit atau sel darah putih adalah komponen sel darah yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai infeksi. Apabila jumlah leukosit melebihi nilai normal disebut leukositosis. Leukositosis dapat disebabkan infeksi, inflamasi, keganasan dan lain-lain. Sedangkan apabila jumlah leukosit lebih rendah dari nilai normal disebut leukopenia. Leukopenia juga dapat disebabkan oleh infeksi, inflamasi, dan keganasan.
Baca juga artikel Leukositosis

Eritrosit 

Eritrosit atau sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam sel darah merah terdapat protein yang berfungsi mengikat oksigen, yaitu haemoglobin. Apabila jumlah eritrosit di bawah nilai normal ada kemungkinan terdapat anemia. Apabila eritrosit lebih dari normal, ada kemungkinan polisitemia. Namun untuk menentukan anemia atau polisitemia perlu melihat nilai hemoglobin.

Hemoglobin (Haemoglobin)

Hemoglobin atau sering kita kenal Hb adalah protein di dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Bila hemoglobin lebih rendah dari nilai normal maka disebut anemia. Apabila nilai hemoglobin lebih tinggi dari nilai normal maka disebut polisitemia.
Banyak kondisi yang dapat menyebabkan anemia di antaranya kekurangan/defisiensi zat besi, defisiensi asam folat, talasemia, infeksi kronik, keganasan dan lain-lain. Untuk mengetahui penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu serum iron, feritin, TIBC, gambaran darah tepi, dan elektroforesa Hb. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai indikasi.

Hematokrit

Hematokrit adalah perbandingan volume sel darah merah terhadap volume darah secara keseluruhan. Nilai hematokrit biasanya dikaitkan dengan ada tidaknya perembesan plasma pada kasus demam berdarah dengue. Pada kasus demam berdarah dengue (DBD), apabila terdapat peningkatan hematokrit berarti terdapat rembesan plasma ke luar pembuluh darah.

Trombosit

Trombosit adalah sel darah yang berperan pada proses pembekuan atau menghentikan perdarahan. Trombositopenia adalah jumlah trombosit lebih rendah dari nilai normal. Trombositopenia dapat disebabkan infeksi virus (termasuk demam dengue atau demam berdarah dengue), keganasan, ITP, perdarahan, dan lain-lain. Sedangkan trombositosis adalah peningkatan jumlah trombosit melebihi nilai normal. Trombositosis dapat disebabkan infeksi, keganasan, reaksi dari kerusakan jaringan, dan lain-lain.

Laju Endap Darah

Laju endap darah adalah kecepatan sel darah merah (eritrosit) mengendap dalam satuan mm/jam. Laju endap darah yang tinggi biasanya dikaitkan dengan adanya infeksi akut, infeksi kronik dan inflamasi.
Baca juga artikel Laju Endap Darah Tinggi
Mungkin tidak mudah bagi kita membaca hasil pemeriksaan darah. Hal tersebut bukanlah masalah. Mengetahui bahwa ada nilai yang tidak normal dan mengetahui istilah-istilahnya sudah lebih dari cukup. Interpretasi hasil pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter dan menyesuaikan korelasinya dengan kondisi klinis pasien.

Referensi
Tefferi A, dkk. How to interprete and pursue an abnormal complete blood cell count in adult. Mayo Clin Proc. July 2005;80(7):923-936

Sabtu, 28 April 2012

Giardia lamblia

KLASIFIKASI
Domain : Eukaryotae                                         



















Filum:   Metamonada
Ordo:  Diplomonadida      
Famili:   Hexamitidae
Genus:   Giardia
Spesies:   G. lamblia

 
Giardia lamblia
 
Parasit ini di temukan oleh Antoni Van leuwenhoek (1681), sebagai mikro organisme yang bergerak-gerak didalam tinja, dan flagellata ini pertama kali di kenal serta dibahas oleh lambl (1859), dan diberinama “intestinalis“. Stiles (1915) memberikan nama baru, Giardia lambia, untuk menghormati Prof. A. Giard dari Paris dan Dr. Lambl dari Prague.
Manusia adalah hospes alamiah Giardia lamblia, selanjutnya spesies dan morfologi yang sama ditemukan pada berbagai hewan, penyakit yang di sebabkannya disebut Giardiasis, Lamblias, dengan distribusi geografik bersifat kosmolit dan lebih sering di temukan di daerah beriklim panas dari pada di daerah beriklim dingin, dan parasit ini juga di temukan di Indonesia.

Morfologi 
Giardia lamblia mempunyai bentuk tropozoit  dan   kista, dan hidup di duodenum dan di proksimal jejenum. Makanan diambil dari isi usus, meskipun parasit ini mungkin mendapat makanan dengan mempergunakan batil isapnya dari sel-sel epitel. Sedangkan cara berkembang biaknya dengan cara pembelahan mitosis selama terbentuk kista.
Bentuk tropozoit simetris berukuran 15 - 20  x  5 - 15  mikron  dan  rata-rata 14 x 7 mikron. Mempunyai 2 inti/nukleus (Nu) dan kariosome (k) letaknya ditengah-tengah, bagian dorsal bentuknya convex (cembung), bagian  ventral bentuknya mendatar dan  terdapat 2 buah alat pengisap (AD = Adhesive Disc;sucking dise), yang berfungsi sebagai alat melekatkan diri pada dinding mukosa. Pada bagian anteriornya terdapat blefaroplas, sitoplasma terdapat bintik-bintik halus, ujung posterior terdapat parabasal body (MB;Median Bodies). Mempunyai 4 pasang flagela (Fg), yang terdiri dari : 2 pasang cros lateral flagel (bagian anterior), sepasang uncros lateral flagel (tubuh bagian lateral), sepasang uncros flagela (terletak bagian posterior). Terdapat axonema (Ax;2 axonema).
Bentuk Kista berukuran 12 x 8 µ, dengan dinding tebal sebagai alat pelindung, sitoplasma granuler. Flagelanya masuk ke dalam costa dan costa yang mengandung flagela ini  disebut sebagai bristle, dan pada bagian  tengahnya  terdapat axonema. Mempunyai nukleus antara 2 - 4 buah
  
Siklus Hidup
Giardia lamblia tidak mempunyai hospes perantara dalam kelansungan hidupnya. Bentuk kista resisten yang bertanggung jawab terhadap penularan giardiasis.  Kista dan tropozoit dapat ditemukan dalam tinja (diagnostic stages) Œ(1).  Kista mampu bertahan pada air dingin samapai beberapa bulan.  Infeksi terjadi karena termakan kista yang terkontaminasi pada air, makanan atau langsung dari tangan ke mulut (hands or fomites) (2).  Dalam usus halus, terjadi proses ekskistasi menjadi tropozoit (tiap kista menghasilkan 2 tropozoit) (3).  Tropozoit membelah diri secara longitudinal binary fission kemudian berdiam dalam lumen di bagian proximal bowel dan menjadi bebas atau menyerang mukose dengan sucking disknya (4)�.  Proses inkistasi melalui rongga usus besar.  Kista umumnya ditemukan dalam tinja non-diarrheal(5).

   
Patologi dan Gejala Klinis
Dengan melekatnya parasit pada mukosa usus dapat menyebabkan peradangan kataral yang ringan. Dan kegiatan mekanik dan toksik menggangu penyerapan Vitamin A dan lemak. Giardiasis pada binatang tidak menyebabkan lesi, tukak yang luas di usus muda bagian proksimal pernah ditemukan pada autopsi seorang penderita dengan perjalanan penyakit yang tiba-tiba hebat. Kecendrungan gejala klinis yang di sebabkan oleh Giardiasis tidak ada (asymtomatik).




Pengobatan
Karena pengobatan dengan kuinakrin aman dan efektif, semua infeksi di obati secara rutin dengan dosis sebagai berikut :  Dewasa ; 100 mg x 3/hari selama 5 hari, Anak-anak; 8 mg/kg BB/hari selama 5 hari. Untuk pencegahan di ambil tindakan yang sama seperti yang di pakai untuk Entamoeba histolytica.
CARA PENULARAN 

     Giardiasis terjadi di mana ada sanitasi yang tidak memadai atau pengobatan kekurangan air minum. Giardiasis adalah salah satu penyebab dari "diare wisatawan" yang terjadi selama perjalanan ke negara-negara berkembang, misalnya Uni Soviet, Meksiko, Asia Tenggara, dan barat Amerika Selatan. Giardiasis merupakan penyebab umum dari wabah diare pada hari-pusat perawatan karena probabilitas tinggi kontaminasi fecal-oral dari anak-anak; anak-anak, keluarga mereka, dan pekerja penitipan pusat, semua beresiko untuk infeksi. Bahkan, anak-anak tiga kali lebih mungkin mengembangkan giardiasis daripada orang dewasa. Para pendaki menjelajahi back-negara daerah yang minum tercemar dari danau air tawar juga beresiko untuk mengembangkan giardiasis. Individu yang melakukan seks anal / oral juga dapat terinfeksi.

     Gejala dan tanda-tanda giardiasis tidak mulai sekurang-kurangnya tujuh hari setelah infeksi, tetapi dapat terjadi selama tiga minggu atau lebih kemudian. Pada kebanyakan pasien penyakit ini membatasi diri dan berlangsung 2-4 minggu. Pada banyak pasien yang tidak diobati, namun, infeksi dapat berlangsung selama beberapa bulan untuk tahun dengan gejala melanjutkan. Anak-anak dengan infeksi kronis mungkin gagal untuk berkembang. Beberapa pasien pulih dari giardiasis mereka, dengan atau tanpa pengobatan, tetapi gejala berlanjut, mungkin karena sebuah kondisi yang disebut sebagai sindrom usus pascainfeksi mudah marah. penyebab gejala terus tidak jelas tetapi mungkin karena pertumbuhan bakteri yang berlebihan dari usus kecil.

DIAGNOSA

Dengan menemukan trophozoit dan cyste dalam feses dapat dijadikan pedoman diagnosis.
     Tes tunggal terbaik untuk mendiagnosis giardiasis adalah antigen pengujian tinja. Untuk pengujian antigen, contoh kecil dari feses diuji untuk kehadiran protein Giardial. Tes antigen akan mengidentifikasi lebih dari 90% dari orang yang terinfeksi Giardia. Giardia juga dapat didiagnosis dengan pemeriksaan feses di bawah mikroskop untuk kista atau trophozoites, namun, dibutuhkan tiga sampel tinja untuk mendiagnosa 90% kasus. Meskipun membutuhkan tiga sampel tinja, pemeriksaan mikroskopis tinja mengidentifikasi parasit lain selain Giardia yang dapat menyebabkan penyakit diare. Oleh karena itu, pemeriksaan mikroskopis dari feses memiliki nilai luar mendiagnosis giardiasis, misalnya, dapat mendiagnosis parasit lain sebagai penyebab penyakit pasien.
     Pemeriksaan lainnya yang dapat digunakan untuk mendiagnosis giardiasis adalah pengumpulan dan pemeriksaan cairan dari duodenum atau biopsi dari usus kecil, tetapi memerlukan tes yang melibatkan biaya dan ketidaknyamanan. Tes string adalah metode yang lebih nyaman untuk mendapatkan sampel cairan duodenum. Untuk tes string, kapsul gelatin yang berisi string longgar tenunan ditelan. Salah satu ujung menjorok string dari kapsul dan ditempel di pipi luar pasien. Selama beberapa jam, kapsul gelatin larut dalam perut, dan uncoils string, dengan 12 inci terakhir ini melewati ke dalam duodenum. Dalam duodenum string menyerap sejumlah kecil cairan duodenum. String kemudian adalah belum dimanfaatkan dari pipi dan akan dihapus. Cairan duodenum dikumpulkan dinyatakan dari string dan diperiksa dibawah mikroskop. Meskipun lebih nyaman daripada beberapa tes lain, tidak jelas seberapa sensitif tes string adalah, misalnya, apakah itu mendiagnosa 60% (tidak terlalu baik) atau 90% (sangat baik) kasus giardiasis.

 

Jumat, 27 April 2012

headlinenews

New iPad Hadir di 9 Negara

Susetyo Dwi Prihadi - detikinet
Jumat, 27/04/2012 19:38 WIB
 
 
 
 Jakarta - Apple terus melanjutkan perjalanan distribusi new iPad ke sejumlah negara. Kini, tablet generasi ketiga tersebut hadir di 9 negara lainnya, untuk menggenapi 57 negara di seluruh dunia.

Adapun sembilan negara yang disambangi new iPad mulai Jumat (27/4/2012) adalah Kolombia, Estonia, India, Israel, Latvia, Lithuania, Montenegro, Afrika Selatan dan Thailand.

Sekali lagi, ada dua negara besar di Asia yang dilewatkan oleh tablet Apple ini, yakni China dan Indonesia. Demikian yang detikINET kutip dari The Next Web.

Sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan kehadiran New iPad di China, yang merupakan basis produksi terbesar produk Apple. Pun demikian dengan Indonesia, yang dalam beberapa waktu belakangan menunjukkan penjualan produk Apple yang lumayan signifikan.

Padahal Indonesia juga mencatat penetrasi intenet mobile yang signfikan, dengan populasi 240 juta jiwa. Terlambatnya new iPad di Tanah Air membuat BlackBerry dan device lainnya bisa mencatatkan penjualan dengan baik.

Sebelumnya, pada 20 April lalu Korea Selatan dan Malaysia adalah dua negara pertama yang disambangi new iPad gelombang kedua. Selain itu ada juga nama Brunei, Kroasia, Siprus, Republik Dominika, El Salvador, Guatemala, Panama, St Maarten, Uruguay dan Venezuela.

headlinenews

5 Ponsel Terunik di Dunia

Fino Yurio Kristo - detikinet
Jumat, 27/04/2012 13:36 WIB
 
 
  
Jakarta - Beberapa pabrikan merilis ponsel dengan wujud atau kemampuan yang unik. Sebagian punya bentuk aneh jika dibandingkan dengan wujud ponsel pada umumnya.

Ya, selain aneh bentuknya, fungsinya pun kadang mengejutkan. Dalam arti tidak sekadar untuk telepon, SMS atau memutar multimedia, namun juga kemampuan di luar kewajaran ponsel umumnya.

Berikut beberapa ponsel yang pernah diproduksi dengan wujud dan fungsi cukup unik, seperti detikINET kutip dari berbagai sumber. 
 

Pantech Mosquito

 
 
Selain berfungsi sebagai ponsel, Pantech Mosquito ini juga bisa mengusir nyamuk, sesuai dengan namanya. Ya, ia diklaim dapat memancarkan suara ultrasonik untuk menakuti para nyamuk.

Bentuknya cukup tebal dengan spesifikasi standar. Seperti layar 2,6 inch QVGA dan kamera 2 megapixel. Handset ini berjalan di jaringan CDMA.
 
 
 
 
 
 

Samsung Serene

 Samsung juga pernah merilis ponsel dengan bentuk aneh, salah satunya Samsung Serene ini. Ia didesain oleh Bang & Olufsen, sebuah perusahaan audio terkemuka.

Lihat saja, tombolnya berwujud lingkaran seperti di telepon jadul. Bentuknya persegi empat yang cukup tebal sehingga ketika dilipat, barangkali tidak ada yang mengiranya sebagai sebuah ponsel.
 
 
 
 
 
Stun Master 800.000 volt

 Ponsel jadul ini punya keunikan tersendiri pada zamannya. Yaitu dapat menghantarkan arus listrik untuk membela diri jika pengguna menghadapi bahaya.

Produsennya terinspirasi untuk membuat ponsel ini ketika banyak aksi terorisme bertebaran. Cukup menekan sebuah tombol, maka ponsel ini bisa digunakan untuk menyetrum para penjahat
 
 
 
 
 

Haier P7 Pen Phone

 Ponsel dengan bentuk pulpen ini dibuat juga oleh perusahaan asal China, Haier. Ya, bentuknya mirip bolpoin berukuran jumbo sehingga orang mungkin tidak mengiranya sebagai sebuah ponsel.

Handset ini bisa dipakai untuk menelepon dan support triband GSM. Juga ada fasilitas kamera meski mungkin tidak terlalu bagus kemampuannya.



Ponsel rokok

 Ponsel yang beredar di China ini punya fungsi tambahan, yaitu sebagai kotak rokok. Ya, ia dapat menampung sampai 7 rokok sehingga mungkin cocok bagi mereka penggemar rokok.

Memang, bentuknya sangat mirip dengan kemasan rokok. Bahkan di bodinya, tertulis pula peringatan bahaya rokok oleh Kementerian Kesehatan China. Ada-ada saja.
 
 
 

Remains in my blog ^^ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos