Rabu, 02 Mei 2012

pemeriksaan sumsum tulang

Diposting oleh novita ayu Syafitri di 06.03
Reaksi: 

SUMSUM TULANG

(PUNKSI,  MEMBUAT DAN MEMULAS SEDIAAN)


Untuk mendapat keterangan tentang hematopoesis yang berlangsung dalam sumsum tulang,  sejumlah kecil sumsum di ambil dengan memakai jarum khusus yang dibuat dengan maksud tersebut.
Pada orang dewasa punksi sumsum sering dilakukan pada corpus sterni setinggi sela iga ketiga. Tempat lain ialah os ileum sedikit dibawah crista iliaca atau salah satu processus spinosus vertebrae lumbalis. Pada anak kurang dari 2 tahun, punksi dapat dilakukan juga pada ujung kranial dan sebelah medial os tibia. Menurut keadaan klinik, tempat lain-lain pun dapat dipakai untuk punksi.
Bahan yang didapat pada punksi dapat dipakai untuk bermacam-macam pemeriksaan : sediaan apus dipulas wright atau dipulas terhadap hemosiderin, sediaan penampang, pemeriksaan sel  LE, untuk pemeriksaan bakteriologi, dll.
Disini hanya diterangkan beberapa pemeriksaan hematologi saja.

A.        PUNKSI SUMSUM TULANG TANPA ANTICOAGULANT
1.       Jika dianggap perlu kepada orang sakit boleh diberikan obat penenang, umpamanya diazepam.
2.       Tempat punksi harus bersih, kalau perlu cucilah dulu dengan air dan sabun.
3.       Desinfeksikanlah tempat itu dengan tct. Iodii 5% atau desinfektans lain dan kemudian dengan alkohol 70%. Biarkan kering lagi.
4.       Lakukanlan anestesi setempat memakai larutan procain, lidocain, dsb 1% atau 2% dengan juga menginfiltrasi periost.
5.       Jarum sumsum dengan mandrennya terpasang ditusukkan ke dalam kulit sampai tertumbuk tulang. Teruskanlah pemasukan jarum itu dengan mengadakan tekanan sambil menggerakkan jarum seperti membor sampai ujung jarum masuk rongga sumsum.
6.       Angkatlah mandren dan pasanglah semprit 10 atau 20 ml.
7.       Isaplah sumsum dengan cepat menarik pengisap semprit itu. Kalau diperoleh aspirat (sumsum bercampur darah dari sinus) sebanyak 0.3 ml berhentilah.
8.       Cabutlah jarum bersama semprit dan kenakanlah tekanan dengan gumpalan kassa steril pada luka, tekanlah selama beberapa menit.
9.       Tutuplah luka dengan kassa steril dan plester.

B.        PUNKSI SUMSUM TULANG MEMAMKAI ANTICOAGULANT
Semua tindakan sama seperti tertulis diatas. Perbedaannya : semprit diisi terlebih dahulu dengan sejumlah kecil anticoagulant steril dalam larutan heparin atau EDTA 10%. Jumlah bahan yang dihisap boleh ;ebih banyak, yaitu 4-5 ml. Campurlah baik-baik dalam semprit seterlah aspirat didapat supaya tidak membeku.


CATATAN :
Dari jarum sumsum dikenal beberapa bentuk, yang mana juga dipakai hendaknya pucuknya pendek, tajam, da lurus. Manden harus tepat mengisi lumen jarum itu yang diameternya 1-2 mm.
Segala tindakan pada punksi harus dilakukan dengan mengingat syarat-syarat aseptis. Berhati-hatilah melakukan punksi pada seseorang yang menderita diatesis hemoragik dengan masa perdarahan yang memanjang.
Kebanyakan penderita lebih suka diambil sumsum tulangnya dari crista iliaca atau dari vertebrata daripada dari sternum. Pada waktu mengisap sumsum tulang penderita berasa nyeri, lebih banyak diisap, lebih nyeri. Dipihak lain, menghisap lebih banyak sumsum dengan memakai anticoagulant memberi kesempatan pada pemeriksa untuk mempelajari aspirat dengan cara makroskopik, ia dapat menilai banyaknya partikel sumsum dalam aspirat dibandingkan dengan seluruh volume aspirat, ia dapat memperhatikan besarnya partikel-partikel dan ia dapat membuat sediaan dengan hanya memakai partikel saja sehingga tidak terlalu diganggu oleh adanya unsur-unsur darah tepi.

C.         MEMBUAT SEDIAA APUS SUMSUM TULANG
1.       Taruhlah setetes besar ke atas beberapa kaca objek dan miringkanlah kaca itu sehingga darah mengalir dan potongan somsum terlihat.
2.       Isaplah kelebihan darah memakai sepotong kertas saing atau dengan pipet pasteur.
3.       Buatlah sediaan apus dari potongan sumsum itu dan pulaslah dengan Wright.

CATATAN :
Jika bahan bercampur anticoagulant, keluarkanlah bahan ke dalam gelas arloji atau cawan petri, carilah potongan-potongan sumsum dan buatlah sediaan apus seperti biasa dari potongan-potongan itu. Selain dibuat sediaan apus, partikel-partikel dalam aspirat ber-anticoagulant juga dapat dipakai untuk membuat sediaan yang hampir tidak berisi unsur darah tepi. Dengan memakai  ujung jarum terlebih dulu beberapa partikel dipersatukan, kemudian kumpulan itu digeser –pindahkan tanpa tekanan diatas kaca objek memakai ujung jarum tadi sehingga pada akhirnya diperoleh sediaan yang bebas dari erytrosit-erytrosit. Sediaan yang dibuat dengan cara ini memperlihatkan penyebaran sel-sel sumsum tulang yang mendekati struktur aslinya.
Apabila hanya sedikit sekali sumsum tulang yang didapat atau sama sekali tidak kelihatan adanya potongan sumsum tulang, masukkanlah bahan itu kedalam tabung-tabung wintrobe dan pusinglah selama 7 menit pada kecepatan 2000 rpm. Oleh tindakan itu potongan-potongan sumsum akan terapung diatas seperti buffy coat dan dapat diambil dengan pipet untuk membuat sediaan apus. Tindakan memusing bahan aspirasi sumsum hanya boleh dilakukan sebagai tindakan darurat. Proses pemusingan mungkin sekali mengganggu penyebaran sel-sel berinti  dalam bahan itu, sehingga gambaran sumsum menjadi tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
 
         D.   MEMBUAT SEDIAAN SUMSUM UNTUK PENAMPANG
Baiknya selalu memasukkan sebagian dari bahan memakai atau tanpa anticoagulant yang mengandung potongan sumsum kedalam larutan formaldehida 4%. Bahan dalam formalin itu kemudian dipakai untuk membuat penampang histologik, dipulas hematoxylin-eosin. Pemeriksaan penampang sumsum tulang, struktur itu tidak mungkin diketahui dari sediaan apus.
Agar dapat dipelajari struktur sumsum bersama tulang dalam hubungan histologiknya, sebaiknya dibuat biopsi dengan trepan. Penampang yang dibuat secara itu dapat memberi keterangan mengenai anemia aplastik, fibrosis, sklerosis, dll. Dilain pihak, penampang tidak baik untuk meneliti morfologi sel satu persatu.

0 komentar:

Posting Komentar

Rabu, 02 Mei 2012

pemeriksaan sumsum tulang

SUMSUM TULANG

(PUNKSI,  MEMBUAT DAN MEMULAS SEDIAAN)


Untuk mendapat keterangan tentang hematopoesis yang berlangsung dalam sumsum tulang,  sejumlah kecil sumsum di ambil dengan memakai jarum khusus yang dibuat dengan maksud tersebut.
Pada orang dewasa punksi sumsum sering dilakukan pada corpus sterni setinggi sela iga ketiga. Tempat lain ialah os ileum sedikit dibawah crista iliaca atau salah satu processus spinosus vertebrae lumbalis. Pada anak kurang dari 2 tahun, punksi dapat dilakukan juga pada ujung kranial dan sebelah medial os tibia. Menurut keadaan klinik, tempat lain-lain pun dapat dipakai untuk punksi.
Bahan yang didapat pada punksi dapat dipakai untuk bermacam-macam pemeriksaan : sediaan apus dipulas wright atau dipulas terhadap hemosiderin, sediaan penampang, pemeriksaan sel  LE, untuk pemeriksaan bakteriologi, dll.
Disini hanya diterangkan beberapa pemeriksaan hematologi saja.

A.        PUNKSI SUMSUM TULANG TANPA ANTICOAGULANT
1.       Jika dianggap perlu kepada orang sakit boleh diberikan obat penenang, umpamanya diazepam.
2.       Tempat punksi harus bersih, kalau perlu cucilah dulu dengan air dan sabun.
3.       Desinfeksikanlah tempat itu dengan tct. Iodii 5% atau desinfektans lain dan kemudian dengan alkohol 70%. Biarkan kering lagi.
4.       Lakukanlan anestesi setempat memakai larutan procain, lidocain, dsb 1% atau 2% dengan juga menginfiltrasi periost.
5.       Jarum sumsum dengan mandrennya terpasang ditusukkan ke dalam kulit sampai tertumbuk tulang. Teruskanlah pemasukan jarum itu dengan mengadakan tekanan sambil menggerakkan jarum seperti membor sampai ujung jarum masuk rongga sumsum.
6.       Angkatlah mandren dan pasanglah semprit 10 atau 20 ml.
7.       Isaplah sumsum dengan cepat menarik pengisap semprit itu. Kalau diperoleh aspirat (sumsum bercampur darah dari sinus) sebanyak 0.3 ml berhentilah.
8.       Cabutlah jarum bersama semprit dan kenakanlah tekanan dengan gumpalan kassa steril pada luka, tekanlah selama beberapa menit.
9.       Tutuplah luka dengan kassa steril dan plester.

B.        PUNKSI SUMSUM TULANG MEMAMKAI ANTICOAGULANT
Semua tindakan sama seperti tertulis diatas. Perbedaannya : semprit diisi terlebih dahulu dengan sejumlah kecil anticoagulant steril dalam larutan heparin atau EDTA 10%. Jumlah bahan yang dihisap boleh ;ebih banyak, yaitu 4-5 ml. Campurlah baik-baik dalam semprit seterlah aspirat didapat supaya tidak membeku.


CATATAN :
Dari jarum sumsum dikenal beberapa bentuk, yang mana juga dipakai hendaknya pucuknya pendek, tajam, da lurus. Manden harus tepat mengisi lumen jarum itu yang diameternya 1-2 mm.
Segala tindakan pada punksi harus dilakukan dengan mengingat syarat-syarat aseptis. Berhati-hatilah melakukan punksi pada seseorang yang menderita diatesis hemoragik dengan masa perdarahan yang memanjang.
Kebanyakan penderita lebih suka diambil sumsum tulangnya dari crista iliaca atau dari vertebrata daripada dari sternum. Pada waktu mengisap sumsum tulang penderita berasa nyeri, lebih banyak diisap, lebih nyeri. Dipihak lain, menghisap lebih banyak sumsum dengan memakai anticoagulant memberi kesempatan pada pemeriksa untuk mempelajari aspirat dengan cara makroskopik, ia dapat menilai banyaknya partikel sumsum dalam aspirat dibandingkan dengan seluruh volume aspirat, ia dapat memperhatikan besarnya partikel-partikel dan ia dapat membuat sediaan dengan hanya memakai partikel saja sehingga tidak terlalu diganggu oleh adanya unsur-unsur darah tepi.

C.         MEMBUAT SEDIAA APUS SUMSUM TULANG
1.       Taruhlah setetes besar ke atas beberapa kaca objek dan miringkanlah kaca itu sehingga darah mengalir dan potongan somsum terlihat.
2.       Isaplah kelebihan darah memakai sepotong kertas saing atau dengan pipet pasteur.
3.       Buatlah sediaan apus dari potongan sumsum itu dan pulaslah dengan Wright.

CATATAN :
Jika bahan bercampur anticoagulant, keluarkanlah bahan ke dalam gelas arloji atau cawan petri, carilah potongan-potongan sumsum dan buatlah sediaan apus seperti biasa dari potongan-potongan itu. Selain dibuat sediaan apus, partikel-partikel dalam aspirat ber-anticoagulant juga dapat dipakai untuk membuat sediaan yang hampir tidak berisi unsur darah tepi. Dengan memakai  ujung jarum terlebih dulu beberapa partikel dipersatukan, kemudian kumpulan itu digeser –pindahkan tanpa tekanan diatas kaca objek memakai ujung jarum tadi sehingga pada akhirnya diperoleh sediaan yang bebas dari erytrosit-erytrosit. Sediaan yang dibuat dengan cara ini memperlihatkan penyebaran sel-sel sumsum tulang yang mendekati struktur aslinya.
Apabila hanya sedikit sekali sumsum tulang yang didapat atau sama sekali tidak kelihatan adanya potongan sumsum tulang, masukkanlah bahan itu kedalam tabung-tabung wintrobe dan pusinglah selama 7 menit pada kecepatan 2000 rpm. Oleh tindakan itu potongan-potongan sumsum akan terapung diatas seperti buffy coat dan dapat diambil dengan pipet untuk membuat sediaan apus. Tindakan memusing bahan aspirasi sumsum hanya boleh dilakukan sebagai tindakan darurat. Proses pemusingan mungkin sekali mengganggu penyebaran sel-sel berinti  dalam bahan itu, sehingga gambaran sumsum menjadi tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.
 
         D.   MEMBUAT SEDIAAN SUMSUM UNTUK PENAMPANG
Baiknya selalu memasukkan sebagian dari bahan memakai atau tanpa anticoagulant yang mengandung potongan sumsum kedalam larutan formaldehida 4%. Bahan dalam formalin itu kemudian dipakai untuk membuat penampang histologik, dipulas hematoxylin-eosin. Pemeriksaan penampang sumsum tulang, struktur itu tidak mungkin diketahui dari sediaan apus.
Agar dapat dipelajari struktur sumsum bersama tulang dalam hubungan histologiknya, sebaiknya dibuat biopsi dengan trepan. Penampang yang dibuat secara itu dapat memberi keterangan mengenai anemia aplastik, fibrosis, sklerosis, dll. Dilain pihak, penampang tidak baik untuk meneliti morfologi sel satu persatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Remains in my blog ^^ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos