Selasa, 01 Mei 2012

PX DARAH

Diposting oleh novita ayu Syafitri di 01.44
Reaksi: 
 PEMERIKSAAN DARAH

Pemeriksaan Darah Lengkap merupakan pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan pada berbagai kasus demam, infeksi, inflamasi, dan anemia. Interpretasi atau analisa dari hasil pemeriksaan darah lengkap sebetulnya dilakukan oleh dokter. Namun karena seringnya pemeriksaan tersebut, tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit bagaimana membaca hasilnya.
Tujuan artikel ini bukan untuk melakukan interpretasi atau diagnosis sendiri melainkan agar kita bisa lebih memahami kondisi penyakit kita dan dapat berdiskusi dengan dokter.
Pemeriksaan darah lengkap terdiri dari :
  1. Leukosit
  2. Eritrosit
  3. Hemoglobin
  4. Hematokrit
  5. Trombosit
  6. Hitung jenis leukosit
  7. Laju endap darah
Pada kertas hasil pemeriksaan biasanya terdiri dari :
  1. Identitas lengkap
  2. Nama dokter
  3. Nama pemeriksaan
  4. Hasil
  5. Nilai rujukan atau nilai normal
  6. Satuan
  7. Keterangan
  8. Saran dari petugas laboratorium (bila ada)
Nilai rujukan pada setiap laboratorium dapat berbeda tergantung reagent dan alat yang dipergunakan. (Baca juga artikel Nilai Rujukan/Normal Laboratorium)
Untuk membacanya, anda perlu melihat satu per satu jenis pemeriksaan, membandingkan hasil pemeriksaan dengan nilai rujukan.

Leukosit dan Hitung Jenis Leukosit

Leukosit atau sel darah putih adalah komponen sel darah yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai infeksi. Apabila jumlah leukosit melebihi nilai normal disebut leukositosis. Leukositosis dapat disebabkan infeksi, inflamasi, keganasan dan lain-lain. Sedangkan apabila jumlah leukosit lebih rendah dari nilai normal disebut leukopenia. Leukopenia juga dapat disebabkan oleh infeksi, inflamasi, dan keganasan.
Baca juga artikel Leukositosis

Eritrosit 

Eritrosit atau sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam sel darah merah terdapat protein yang berfungsi mengikat oksigen, yaitu haemoglobin. Apabila jumlah eritrosit di bawah nilai normal ada kemungkinan terdapat anemia. Apabila eritrosit lebih dari normal, ada kemungkinan polisitemia. Namun untuk menentukan anemia atau polisitemia perlu melihat nilai hemoglobin.

Hemoglobin (Haemoglobin)

Hemoglobin atau sering kita kenal Hb adalah protein di dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Bila hemoglobin lebih rendah dari nilai normal maka disebut anemia. Apabila nilai hemoglobin lebih tinggi dari nilai normal maka disebut polisitemia.
Banyak kondisi yang dapat menyebabkan anemia di antaranya kekurangan/defisiensi zat besi, defisiensi asam folat, talasemia, infeksi kronik, keganasan dan lain-lain. Untuk mengetahui penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu serum iron, feritin, TIBC, gambaran darah tepi, dan elektroforesa Hb. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai indikasi.

Hematokrit

Hematokrit adalah perbandingan volume sel darah merah terhadap volume darah secara keseluruhan. Nilai hematokrit biasanya dikaitkan dengan ada tidaknya perembesan plasma pada kasus demam berdarah dengue. Pada kasus demam berdarah dengue (DBD), apabila terdapat peningkatan hematokrit berarti terdapat rembesan plasma ke luar pembuluh darah.

Trombosit

Trombosit adalah sel darah yang berperan pada proses pembekuan atau menghentikan perdarahan. Trombositopenia adalah jumlah trombosit lebih rendah dari nilai normal. Trombositopenia dapat disebabkan infeksi virus (termasuk demam dengue atau demam berdarah dengue), keganasan, ITP, perdarahan, dan lain-lain. Sedangkan trombositosis adalah peningkatan jumlah trombosit melebihi nilai normal. Trombositosis dapat disebabkan infeksi, keganasan, reaksi dari kerusakan jaringan, dan lain-lain.

Laju Endap Darah

Laju endap darah adalah kecepatan sel darah merah (eritrosit) mengendap dalam satuan mm/jam. Laju endap darah yang tinggi biasanya dikaitkan dengan adanya infeksi akut, infeksi kronik dan inflamasi.
Baca juga artikel Laju Endap Darah Tinggi
Mungkin tidak mudah bagi kita membaca hasil pemeriksaan darah. Hal tersebut bukanlah masalah. Mengetahui bahwa ada nilai yang tidak normal dan mengetahui istilah-istilahnya sudah lebih dari cukup. Interpretasi hasil pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter dan menyesuaikan korelasinya dengan kondisi klinis pasien.

Referensi
Tefferi A, dkk. How to interprete and pursue an abnormal complete blood cell count in adult. Mayo Clin Proc. July 2005;80(7):923-936

0 komentar:

Posting Komentar

Selasa, 01 Mei 2012

PX DARAH

 PEMERIKSAAN DARAH

Pemeriksaan Darah Lengkap merupakan pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan pada berbagai kasus demam, infeksi, inflamasi, dan anemia. Interpretasi atau analisa dari hasil pemeriksaan darah lengkap sebetulnya dilakukan oleh dokter. Namun karena seringnya pemeriksaan tersebut, tidak ada salahnya kita mengetahui sedikit bagaimana membaca hasilnya.
Tujuan artikel ini bukan untuk melakukan interpretasi atau diagnosis sendiri melainkan agar kita bisa lebih memahami kondisi penyakit kita dan dapat berdiskusi dengan dokter.
Pemeriksaan darah lengkap terdiri dari :
  1. Leukosit
  2. Eritrosit
  3. Hemoglobin
  4. Hematokrit
  5. Trombosit
  6. Hitung jenis leukosit
  7. Laju endap darah
Pada kertas hasil pemeriksaan biasanya terdiri dari :
  1. Identitas lengkap
  2. Nama dokter
  3. Nama pemeriksaan
  4. Hasil
  5. Nilai rujukan atau nilai normal
  6. Satuan
  7. Keterangan
  8. Saran dari petugas laboratorium (bila ada)
Nilai rujukan pada setiap laboratorium dapat berbeda tergantung reagent dan alat yang dipergunakan. (Baca juga artikel Nilai Rujukan/Normal Laboratorium)
Untuk membacanya, anda perlu melihat satu per satu jenis pemeriksaan, membandingkan hasil pemeriksaan dengan nilai rujukan.

Leukosit dan Hitung Jenis Leukosit

Leukosit atau sel darah putih adalah komponen sel darah yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai infeksi. Apabila jumlah leukosit melebihi nilai normal disebut leukositosis. Leukositosis dapat disebabkan infeksi, inflamasi, keganasan dan lain-lain. Sedangkan apabila jumlah leukosit lebih rendah dari nilai normal disebut leukopenia. Leukopenia juga dapat disebabkan oleh infeksi, inflamasi, dan keganasan.
Baca juga artikel Leukositosis

Eritrosit 

Eritrosit atau sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam sel darah merah terdapat protein yang berfungsi mengikat oksigen, yaitu haemoglobin. Apabila jumlah eritrosit di bawah nilai normal ada kemungkinan terdapat anemia. Apabila eritrosit lebih dari normal, ada kemungkinan polisitemia. Namun untuk menentukan anemia atau polisitemia perlu melihat nilai hemoglobin.

Hemoglobin (Haemoglobin)

Hemoglobin atau sering kita kenal Hb adalah protein di dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Bila hemoglobin lebih rendah dari nilai normal maka disebut anemia. Apabila nilai hemoglobin lebih tinggi dari nilai normal maka disebut polisitemia.
Banyak kondisi yang dapat menyebabkan anemia di antaranya kekurangan/defisiensi zat besi, defisiensi asam folat, talasemia, infeksi kronik, keganasan dan lain-lain. Untuk mengetahui penyebab anemia perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu serum iron, feritin, TIBC, gambaran darah tepi, dan elektroforesa Hb. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai indikasi.

Hematokrit

Hematokrit adalah perbandingan volume sel darah merah terhadap volume darah secara keseluruhan. Nilai hematokrit biasanya dikaitkan dengan ada tidaknya perembesan plasma pada kasus demam berdarah dengue. Pada kasus demam berdarah dengue (DBD), apabila terdapat peningkatan hematokrit berarti terdapat rembesan plasma ke luar pembuluh darah.

Trombosit

Trombosit adalah sel darah yang berperan pada proses pembekuan atau menghentikan perdarahan. Trombositopenia adalah jumlah trombosit lebih rendah dari nilai normal. Trombositopenia dapat disebabkan infeksi virus (termasuk demam dengue atau demam berdarah dengue), keganasan, ITP, perdarahan, dan lain-lain. Sedangkan trombositosis adalah peningkatan jumlah trombosit melebihi nilai normal. Trombositosis dapat disebabkan infeksi, keganasan, reaksi dari kerusakan jaringan, dan lain-lain.

Laju Endap Darah

Laju endap darah adalah kecepatan sel darah merah (eritrosit) mengendap dalam satuan mm/jam. Laju endap darah yang tinggi biasanya dikaitkan dengan adanya infeksi akut, infeksi kronik dan inflamasi.
Baca juga artikel Laju Endap Darah Tinggi
Mungkin tidak mudah bagi kita membaca hasil pemeriksaan darah. Hal tersebut bukanlah masalah. Mengetahui bahwa ada nilai yang tidak normal dan mengetahui istilah-istilahnya sudah lebih dari cukup. Interpretasi hasil pemeriksaan harus dilakukan oleh dokter dan menyesuaikan korelasinya dengan kondisi klinis pasien.

Referensi
Tefferi A, dkk. How to interprete and pursue an abnormal complete blood cell count in adult. Mayo Clin Proc. July 2005;80(7):923-936

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Remains in my blog ^^ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos