NEISSERIA
GONORRHOEAE
Neisseria gonorrhoeae adalah kuman gram negatif bentuk diplokokus yang merupakan penyebab
infeksi saluran urogenitalis. Kuman ini bersifat fastidious dan untuk tumbuhnya
perlu media yang lengkap serta baik. Akan tetapi, ia juga rentan terhadap
kepanasan dan kekeringan sehingga tidak dapat bertahan hidup lama di luar
host-nya. Penularan umumnya terjadi secara kontak seksual dan masa inkubasi
terjadi sekitar 2–5 hari.
Neisseria merupakan cocus gram negatif yang biasanya
berpasangan.
Secara umum ciri-ciri neisseriae adalah:
- bulat, lonjong, dengan sisi saling berhadapan seperti biji kopi
- bakteri gram negatif,
- diplokokus non motil,
- berdiameter mendekati 0,8 μm
- tidak berflagel
- tidak berspora
- tidak berkapsul
Masing-masing cocci berbentuk ginjal; ketika organisme
berpasangan sisi yang cekung akan berdekatan.
Bakteri ini adalah patogen pada manusia dan biasanya
ditemukan bergabung atau di dalam sel polimorfonuklear. Pada gonococci memiliki
70% DNA homolog, tidak memiliki kapsul polisakarida, memiliki plasmid.
Gonococci paling baik tumbuh pada media yang
mengandung substansi organik yang kompleks seperti darah yang dipanaskan,
hemin, protein hewan dan dalam ruang udara yang mengandung 5% CO2.
Gonococci hanya memfermentasi glukosa dan berbeda dari
neisseriae lain.
Gonococcus biasanya menghasilkan koloni yang lebih
kecil dibandingkan neisseria lain.
Media penyubur yang digunakan :
- BAP (plat agar darah)
- agar liventhal
- Thayor-nartin ==> mengandung antibiotik, menghambat pertumbuhan Pseudomonas Sp.
Apabila gonorrhea tidak diobati, bakteri dapat
menyebar ke aliran darah dan mengenai sendi, katup jantung atau otak.
Konsekuensi yang paling umum dari gonorrhea adalah Pelvic Inflammatory Disease
(PID), yaitu infeksi serius pada organ reproduksi wanita, yang dapat
menyebabkan infertilitas. Selain itu, kerusakan yang terjadi dapat menghambat
perjalanan sel telur yang sudah dibuahi ke rahim. Apabila ini terjadi, sebagai
akibatnya sel telur ini berkembang biak di dalam saluran falopii atau yang
disebut kehamilan di luar kandungan, suatu hal yang dapat mengancam nyawa sang
ibu apabila tidak terdeteksi secara dini.
Seorang wanita yang terinfeksi dapat menularkan
penyakitnya kepada bayinya ketika sang bayi melalui jalan lahir. Pada
kebanyakan kasus dimana Ibu mengidap gonorrhea, mata bayi ditetesi obat untuk
mencegah infeksi gonococcus yang dapat menyebabkan kebutaan. Karena adanya
resiko infeksi Ibu dan bayi, biasanya dokter menyarankan agar ibu hamil
menjalani tes gonorrhea setidaknya sekali selama kehamilannya. Sedangkan pada
pria, apabila tidak ditangani secara serius gonorrhea dapat menyebabkan
impotensi.
CARA
PENGAMBILAN SAMPEL
Pengambilan
swab vagina dibantu dengan alat SPICULUM,
lalu swab vagina diambil dengan kapas lidi steril, lalu di tanam pada media CARRY & BLAIR kemudian di cat dengan
pengecatan GRAM.
Secara umum gejala yang biasanya timbul adalah sebagai
berikut:
» Keluarnya cairan hijau
kekuningan dari vagina
» Demam
» Muntah-muntah
» Rasa gatal dan sakit pada
anus serta sakit ketika buang air besar, umumnya terjadi pada wanita dan
homoseksual yang melakukan anal seks dengan pasangan yang terinfeksi
» Rasa sakit pada sendi
» Munculnya ruam pada
telapak tangan
» Sakit pada tenggorokan
(pada orang yang melakukan oral seks dengan pasangan yang terinfeksi)
Berat ringannya penyakit GO dibagi menjadi 2 sifat :
- Intraseluler : sel GO masih berada dalam leukosit (belum menyebar keseluruh tubuh [akut])
- Ekstraseluler : sel GO sudah keluar dari sel leukosit (telah menyebar keseluruh tubuh [kronis])
Koloni GO pada media BAP




